[Islam] Pentingnya Menutup Aurat dan Tata Cara Berjilbab


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Pertanyaan adikku:

Assalamualaikum. Mbak fi, Apa pentingnya menutup rapat-rapat aurat, dan bagaimana dengan muslimah yang jilbabnya sebatas jilbab biasa? Bagaimana nanti di yaumul akhir, apakah hanya wanita yang benar-benar jilbaber asli yang bisa masuk surga?

Jawaban:

Wa’alaykumussalam.wr.wb, adinda yang baik ^^

Pertama mbak akan menjawab mengenai pentingnya menutup rapat-rapat aurat kita. Sebelumnya mbak ingatkan dulu bahwa aurat perempuan itu adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan, jadi kaki kita juga termasuk aurat, loh ^^.

Kita tahu, ukhti, Allah memerintahkan setiap muslimah wajib berjilbab. Tentu saja jilbab itu penting sekali, ukh, di antara alasan-alasan yang mbak pilihkan untuk kita ketahui adalah:

ü  Menjalankan syariah Islam, dalam surah Al Ahzab 59 (perintah berjilbab). Nah, kalau kita sudah berjilbab dengan benar, sudah kelar satu tuh, yang kita patuhi ^^ aamiin..

ü  Berjilbab itu, akan meninggikan derajat wanita (yang kita termasuk di dalamnya) dari belenggu kehinaan yang katanya, wanita  adalah objek nafsu semata. Astaghfirullah, jangan sampai, ya..

ü  Jilbab itu pakaian taqwa, ukh, jilbab itu adalah identitas kita sebagai muslimah, loh ^^ mbak yakin, wanita berjilbab lebih gampang dikenali sebagai seorang muslimah.. (yang belum berjilbab, hamasah!! \^0^/)

ü  Berjilbab membantu kita lebih mendekatkan diri kepada Allah dan rasul-Nya. ^^ insya Allah..

ü  Jilbab itu lebih melindungi diri kita, lekuk-lekuk indah tubuh kita (ehem, hehe) tidak akan jelas terlihat, tentu membuat kita lebih merasa aman dan nyaman, ga ada lagi tuh cerita disiul-siulin kalau lagi jalan ke warteg, laki-laki usil sekalipun, insya Allah bakal lebih menghormati wanita berjilbab, apalagi kalau jilbabnya benar ^^

ü  Selain itu, berjilbab itu membuat kita terlihat lebih anggun dan menyenangkan. Lebih terlihat kalau kita ini wanita tulen ^^ percaya, deh.. Istilahnya itu, “menjadi wanita seutuhnya”, hehe.. ^^v

ü  Ada juga yang berpendapat, bahwa dengan keadaan kita berjilbab, akan lebih memudahkan kita mencari laki-laki yang soleh, amin ^^ sebagaimana di dalam surah An-Nuur (26)

“wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).“

ü  Jilbab itu melindungi kita dari sengatan matahari dan segenap racunnya, apa lagi di Jakarta atau kota besar lainnya.. dengan begitu, kanker kulit pun insya Allah tidak menghampiri kita.. ^^ rambut kita juga terlindungi dari debu-debu jalanan..

Masih banyak manfaat lain dek, kalau kita sadari.. Hanya saja mbak kekurangan halaman kalau mau di-detail-kan lagi, hehe.. ^^’

Uhm.. mbak sedikit bingung dengan maksud “jilbab biasa” yang dimaksud di atas. Kalau maksudnya jilbab yang memang diajarin agama, ya malah alhamdulillah itu ^^. Tapi kalau maksudnya jilbab yang tidak sesuai syariat, yang tipis, ketat dan tidak menutupi dada, maka penjelasannya begini.

Jilbab yang tidak sesuai dengan syariat, sebenarnya bukanlah termasuk jilbab, jilbab gaul mungkin katanya. Penjelasan mengenai jilbab yang sesuai dengan syariat itu antara lain ; tidak ketat, tidak tipis, menutupi dada, berkaus kaki, tidak menyerupai pakaian laki-laki (pakaian wanita itu rok, bukan celana v^^), tidak berlebihan dalam bersolek, dan lain-lain. Kalau sudah begitu, baru bisa dikasih label “jilbab syar’i”. Jadi kalau belum sesuai, ya.. Belum bisa dikatakan sudah benar jilbabnya. v^^’ Namun, adekku yang dirahmati oleh Allah, berjilbab itu adalah ibadah. Semuanya itu butuh proses, paling tidak kita sudah belajar menjalankan syariat agama kita. ^^ Jadi tetap semangat, ya! ^.^// Jangan saja kita hanya “keep staying on the track” alias tidak memperbaiki gaya jilbab kita.. Jilbab itu bukan pelengkap busana, tapi pelengkap kepatuhan kita pada Allah Azza wa Jalla. ^^ *hoho bijak banget dah

Pertanyaan yang terakhir agak sulit mbak menjelaskannya. Masuk surga atau tidak, bukan saklak karena “berjilbab atau tidak”, bukan pula “pake baju atau tidak”, tapi lebih dari itu, dinda.. Yang berhak mutlak menentukan kita masuk surga atau neraka itu, hanyalah Allah swt. ^^ Tapi tentu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi calon penghuni surga, agar Allah meluluskan kita..

Kriteria calon penghuni surga itu menurut Surah Ali Imran 133-135:

  1. Bertaqwa
  2. Menginfakkan harta di kala lapang maupun sempit
  3. Menahan amarah, suatu perkara yang kadang berat kita jalani ^^’
  4. Memaafkan kesalahan orang, dengan tidak pada semua kondisi tentunya
  5. Bila melakukan dosa, ingat kepada Allah dan mohon ampun kepada Allah
  6. Tidak meneruskan perbuatan dosa ketika kita mengetahui itu dosa

Di dalam firman Allah yang lain di surah Al Ahqaf 15-16, kesimpulan yang dapat disadur mengenai calon penghuni surga adalah :

  1. Orang yang berbuat baik kepada ibu bapaknya
  2. Orang yang pandai bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diterimanya.
  3. Orang yang beramal saleh dengan mengharap ridho Allah.
  4. Orang yang bertaubat atas segala kesalahan yang pernah dia lakukan.
  5. Orang yang berserah diri hanya kepada Allah saja.

Jadi sobat ukhti, mencapai surga-Nya tidak serta merta ditentukan dari pakaian luar kita. Namun, karena berjilbab adalah salah satu ibadah (amal shaleh) dengan tujuan mengharap ridho Allah swt, maka adalah salah satu kriteria tuh, dek.. ^^ Tapi masih ada syarat-syarat lain yang harus kita penuhi agar mencapai jannah-Nya. Begitu.. ^^

Semoga jelas penjelasan mbak fi d^^b

Catatan tanggal 10 Mei 2012:

Buat yang masih ragu dan bingung, atau yang sudah mantap dan kadang rapuh, mari ke tulisan yang lebih menggetarkan:

Di sini ^^

About these ads

About fi

Muslimah Biasa..

Posted on February 15, 2011, in Agama Allah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 76 Comments.

  1. Assalamu’alaikum, salam kenal, sy mau tanya nih mbak. Be2rp informasi yg sy baca, tidak diperbolehkan memakai aksesoris bros pada jilbab krn sm aja memperlihatkan perhiasan. Laaahh, sy jadi bgg mbak, apa benar begitu ??
    Trus, ada yg namanya rok celana. Roknya jadi satu sama celananya, jadi memudahkan wanita berjilbab untuk bergerak, apa itu masih diperbolehkan ??
    Dimohonkan jawabannya ya mbak :-D

    • Wa’alaykumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh.
      Oh ya? Wah saya baru tahu ada larangan mengenakan bros.
      Mungkin maksudnya bros yang gede-gede, mengkilat dan sering ditaro di depan dada itu ya?
      Kalau saya sih pakai bros, karena saya tidak ngerti caranya mengaitkan bahan jilbab bagian depan pakai peniti apalagi pentul, hehe..
      Cuma memang yg saya pakai yg kecil-kecil dan ditaro di bawah dagu (seperti gaya Teh Nini-nya Aa Gym), :)
      Kalau anti bingung, lebih baik pilih bros yang biasa-biasa aja.. Yg tidak mengundang fitnah..

      Ana pernah dengar (apa baca ya? Lupa), rok celana tetap tidak diperbolehkan.. ;) Kalau susah bergerak bisa pake celana panjang di dalam rok, dan roknya pilih yang tebal..
      Jujur, ana malah sama sekali tidak nyaman bergerak kalau harus pakai celana lagi :) Mari berdoa sama ALLAH agar kita tidak menjadi korban fashion, Ukh..

  2. Kalo cuma keluar sebentar, misalnya ketoko sebelah atau cuma du2k dihalaman rumah, boleh ga pake kaos kaki ??

    • Ya ga boleh lah.. :)
      Kecuali kalau kita duduknya ga keliatan kakinya (tertutup rok) :)
      Cuma utk jaga-jaga menurut ana alangkah baiknya pakai kaus kaki walau selangkah saja kita melangkah ke tempat terbuka. Kita ga tahu apa tiba-tiba ada gempa terus kudu lari-lari, atau ada ikhwan lewat terus kita malu sendiri, ;)

      • Terima kasih jwbn mbak untk pertanyaan sy sebelumnya. Tp sy mau tanya lg, boleh ya mbak.. Hehehe… Kalo keadaan jalanan banjir, apa tetap harus pake kaos kaki?? Mohon dijwb ya mbak, bimbang bgt ini… :-D

      • Hmm..
        Kebetulan di Jakarta juga sering banjir ya,
        Alhamdulillaah ana selalu pakai kaus kaki, pernah dulu sampai kedinginan dan keriputan kakinya karena pake basah-basah.
        Kalau masih ada jalan lain ke tempat yg dituju lewat jalan lain aja walaupun jauh,,
        Ujian itu sesuai tingkatan iman, :) Jadi kalau kita dihadapkan pd banjir dan masih berhijab sempurna, Insha ALLAH mengangkat derajat kita drpd kita berhijab tanpa hambatan.. ^_^

        Bagaimana? Jangan takut lah, ALLAH bersama kita, selagi kita mendekatkan diri dr-Nya pertolongan ALLAH akan selalu ada saat kita menjalankan perintah-Nya..

  3. Terima kasih atas jawabannya ya mbak.. :)

  4. Firdawati cieputzhu helger slalumenunguMu

    Assalamua’laikm ukhti :)
    aqu mau bertnya dengan mbax, menurut mbax apakah aku masih pastas berhijab,setelah mengingat dosa ku yg banyak..?
    Dan bagai mana mengatasi jika kita sudah siap untuk berhijab tapi hati kita blum siap,?
    Trimakasih.

  5. Assalaam.
    Ukhti saya mau tanya.
    saya pengen banget berhijab,tp saya malu,takut di katawakan teman2 saya,saya pakai jilbab biasa aja,mereka pada udah agak menjauh dari saya..
    Dan terkadang hati saya masih meragukan, kalo saya melihat org2 pkai yang modis2 rasa di hati saya mau jg,kalo lihat org hijab mau jga.
    Tolong solusinya gimana ukhti.
    Saya sangat bingung,harus mulai dari mana?

  6. Ass.
    Ukhti saya ♏áǙǙǙǙ tanya.
    saya pengen banget berhijab,tp saya malu,takut di katawakan teman2 saya,saya pakai jilbab biasa aja,mereka pada Ûϑђ agak menjauh dari saya..
    Dan terkadang hati saya masih meragukan,kalo saya melihat org2 pkai Ÿª♌Ĝ modis2 rasa di hati saya ♏áǙǙǙǙ jg,kalo lihat org hijab ♏áǙǙǙǙ jga.
    Tolong solusi ⁿўª gi mana ukhti.
    Saya sangat bingung,harus mulai dari mana ? Maksh

  1. Pingback: [Puisi] Duhai Dua Sembilan « Merajut Kata

Terima kasih komentarnya ^^

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: