[Renungan] Ketika Aku Jatuh Cinta#Part1


Hanya dengan mengingat ALLAH, hati kan terasa tenang..

Bismillaahirrohmaanirrohim.

Assalaamu’alaykum warohmatulllooh wabarokaatuhu.

Saudaraku, izinkanlah ana menuliskan sedikit tentang sebuah rasa, rasa aneh yang bersemayam di hati tiap-tiap diri. Mari kita bicara sedikit tentang cinta. Lebih tepatnya perihal yang terjadi saat kita memaksakan hal super rumit bernama cinta ini. ;)

Cinta, uhm.. Siapa sih yang tak kenal cinta? ;) Ntah itu love, mahabbah, ai, sarang, apapun. Rasanya semua tahu apa itu cinta, hubungan batin antara sepasang anak manusia. Kata orang, manusia tidak bisa hidup tanpa cinta. Kata Nasionalis Legendaris dari India, Mahatma Gandhi, “Where there is love, there is life.” Kata Safira Khansa, “Jika aku jatuh cinta, maka itu haruslah saat aku telah memiliki seorang yang halal bagiku.” Sedangkan firman Sang Penguasa Cinta:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholih,

kelak ALLAH Yang Maha Pemurah

 akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.”

(Q.S. Maryam: 96)

Saudaraku.. Tiap titik di dunia ini adalah dari ALLAH, pun akan kembali pada-Nya. Termasuk di dalamnya cinta, datang dan pergi atas kehendak-Nya. Then, what is that, love? Mungkin bisa dibilang, seperti kata orang, “Love is something easy to feel, but impossible to define.” ^^ I don’t really know, hhe.

Hm, pernah baca hadits ini?

“Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu tapi kau pasti mati.

Berbuatlah sekehendakmu tapi kau pasti dibalas.

Dan cintailah siapapun yang kau mau

tapi engkau pasti berpisah dengannya.” (HR. ath-Thabrani)

Waah, sebuah sindiran hebat bagi kita yang tak sabar dalam menjalin cinta. Sindiran yang sangat pas ‘tuk menggambarkan betapa seharusnya kita bersabar, menanti cinta yang halal. Walau kadang rapuh, tapi itu jauh lebih mudah dan barokah daripada memaksakan diri menjalin cinta yang tak kenal arah. ^^ (Tahulah ya, maksud ana, ntah itu pa**ran, HTS, TTM, apapun istilahnya)

Kenapa Kadang Kita Tidak Sabar?

Takut tidak dapat jodoh? Hm, moso sih? Mungkin lebih tepat dikatakan bahwa “hal itu” dilakoni oleh mereka yang tidak mau meyakini Kekuasaan dan ketetapan ALLAH. Maksa. Takut “Si dia diambil orang”. Duhai, telah Rasululloh ajarkan pada kita :

“Sesungguhnya perempuan diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), (sehingga) dia tidak bisa terus-menerus (dalam keadaan) lurus jalan (hidup)-nya.” (HR. Muslim no. 1468)

Yup, betul sekali. Sangaaat jarang diingat, jodoh itu takkan tertukar, apalagi hilang. Perempuan (Hawa) itu, diciptakan dari tulang rusuknya laki-laki (Nabi Adam ‘Alayhi Salam), jadi tidak mungkin seorang ikhwan (laki-laki) memaksakan diri mencocokkan tulang rusuk orang lain dengannya. Katakanlah begini, ia mencoba memiliki hal yang “bukan haknya”, atau belum menjadi haknya, ya tidak bisa..

Demi ALLAH Yang Maha Menguasai hati, ana mengingatkan kita (termasuk ana pribadi), bahwa tiap-tiap kita telah disiapkan jodoh, langsung, eksekutif dari ALLAH. Telah dikabarkan-Nya pada kita:

“Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan.” (Q.S. an-Naba’: 8)

Nah tu, ALLAH telah menjamin, kenapa kita takut? Kenapa ragu? Satu ayat ini saja rasanya sudah cukup ampuh untuk menguatkan kita berjuang sendiri dulu. Insya ALLAH..

Saudaraku.. Jangan kau khawatir, adalah keniscayaan bahwa jodoh yang ALLAH pilihkan untuk kita akan datang merangkul kita, ialah yang terbaik & terindah, dan tidak akan meninggalkan kita. Ialah tempat berteduh bila hati terasa penat, tempat bersandar bila kepala terasa berat, dan tempat berlabuh bila batin sedang tertatih. Kini, tinggal bagaimana cara kita menantinya, menunggunya dengan sabar dan tabah. Insya ALLAH..

Ya, tidak banyak di antara kita yang mampu (baca: mau) bersabar menanti pujaan hati sejati. Saudaraku yang baik, ingatlah ini selalu (mengingatkan diri sendiri juga), bahwa:

… Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) ALLAH itu, pasti datang” (Q.S. al-‘Ankabuut : 5)

Sudah pasti itu. Mau di ujung Samudera atau di puncak Himalaya, akan datang masa indah bertemu si cinta. Insya ALLAH..

Terus, Piye dong, Mbak?

Telah pasti datangnya ketetapan ALLAH, maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)-nya.” (Q.S. an-Nahl : 1)

Itulah sebuah potongan kalam ALLAH yang menjelaskan kepada kita, bahwa akan ada masa saat harapan kita jadi kenyataan. PASTI. Akan ada waktu saat kita menikmati buah pohon kesabaran kita, Saudaraku. Segala sesuatu di dunia ini indah, sungguh. Namun pada waktunya.

Jadii.. Mari jadikan sabar sebagai pilihan kita..

“Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu…” (Q.S. al-Baqarah : 45)

Lantas, apa ini artinya ana menentang cinta? Wah tidaak. Rasululloh saja tidak pernah melarang,

Tidak beriman diantara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Maajah, Ahmad)

Bersambung ke : bagian 2

About these ads

38 thoughts on “[Renungan] Ketika Aku Jatuh Cinta#Part1

  1. Pingback: [Renungan] Keniscayaan Kesedihan Kita | Merajut Kata

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s