[Puisi dan Status] Naskah Juara Give Away I – KMDB


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillaah.

Dari sekitar 40 peserta Give Away Pertama Novel “Ku Melangkah dengan Bismillah…”, inilah naskah juara Puisi dan Status :)

Maasha Allah. Indah sekali tulisan mereka.. Semoga menjadi generasi novelis selanjutnya. Aamiin..

Pemilik Status Terbaik I – Riska Nur Sagita:

Hidayah bisa datang kapan saja dan melalui perantara siapa saja, termasuk melalui orang yang belum dikenal atau yang kita benci sekalipun.

“… dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qashash: 56)

Haru-bahagianya ketika cahaya-Nya telah merasuk diri. Terasakan seolah-olah kitalah yang paling istimewa di sisi Allah. Betapa Allah masih, selalu, dan akan selalu sayang…

“Satu langkah kau datang kepada-Ku, seribu langkah Aku mendekatmu.”

Saat-saat seperti itu, menyadari itu, sambil berurai airmata biasanya hanya lirih kita mampu berucap, “Menuju-Mu ya Rabbiiy-ku, ku melangkah dengan bismillah.”

Continue reading

[Cerita] Minta Doa


Assalaamu’alaykum warohmatullahi wabarokaatuhu.

Ini puisiku yang sudah lama ;)

Sekuat baja terpanas kupanggil dikau, oh ibu

Makin terasa jauh, makin semu bayangmu, ragu aku

Setajam belati berpasir kupinta bertemu, ibuku

Makin kusadar takkan terkabul, hanya buatku rapuh Continue reading

[Puisi] Duhai Dua Sembilan


#Naskah yang ga lolos (lagi)#

Untukmu, duhai dua sembilan, kusulamkan rajutan pena dan tinta

Tentang satu mutiara yang datang setelah sebelas batu berbongkah iman

Satu penawar yang singgah setelah sebelas racun berkarat membinasakan

Satu rindu, satu hati menanti dikau, hai bulan Ramadhan

Continue reading

[Puisi] Duhai Baginda, Kekasih Sejati-Nya


Bulir-bulir kata yang kau lirih tatihkan

Ketika kau beranjak pergi, menutup waktumu

Menandakan betapa kau, hai Tauladan Umat

Merisaukan kami, kami yang mati tanpamu

Peluh-peluh kata yang kau ucap sukmakan

Saat sang Izrail merajut juang menjemputmu

Menandakan betapa kau, hai Penerang Sukma

Mencintai kaummu, menyayangi kaummu Continue reading

[Puisi] Demi Pena dan Tinta


Seindah rajutan kata antara koma dan titik

Senyaman jahitan selimut penghangat hati

Senikmat wangi teh China di pagi hari

Sehangat cahaya mentari, kuning dan wangi

Tak sehebat pencipta Ayat-ayat Cinta

Tak seindah penulis Rumah Tanpa Jendela

Tak pula secantik pun seanggun bidadari surga

Hanya muslimah biasa, mencoba merajut kata

Tanpa tulisan, dunia ini kosong dan hampa

Tanpa kata, halimun pun tak mampu tampak

Tanpa sastra, tak ada juga kata yang terkata

Tanpa pujangga, takkan ada kalimat seindah surga

Kau bangga bisa menulis?

Aku juga

Kau bahagia bisa berbagi?

Aku juga Continue reading

[Puisi] Hikmah Kesedihan


Kesedihan membelenggu qalbuku

hingga ragaku terjerat nestapa

Langit seakan tak lagi biru

Segala keindahan menghilang, hampa…

Murung pun tak kunjung beku

Siapa peduli? Tak ada!

Kini darah jadi tangisku

Ingin kumati saja!

Kurintihkan ketertatihan rindu

Kupinta Kau, wahai Maha Cinta

Hati ini hanya satu

Bantu aku mengisi hampanya Continue reading