Seputar STIS


Bismillahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Seperti yang ana ceritakan di “About Fi”, bahwa kini ana adalah satu dari 309 mahasiswa tingkat 4 di STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistik). Tentu tahu, kan ya, apa itu STIS? :) Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut, mari kita pahami dulu bagian pentingnya. Yaitu statistika (ilmu tentang statistik).

–By the way, ana sedang skripsi sekarang. Sebelum lanjut baca, mohon sertakan nama ana (Nofriani) di akhir shalat kalian. Agar skripsi ana lancar dan dapat nilai A, program jalan dan berkualitas, sidang skripsi juga A, IP minimal 3.55 tahun ini, dan berhasil masuk ke 20 daftar nama teratas sebagai wisudawan di Oktober 2013 ini. Aamiin.. Aamiiin.. ^_^ Terima kasih. Good luck juga untuk adik-adikku..–

Tentang Statistika

Statistika yang biasanya orang (anak SMP dan SMA) tahu adalah “mean, median, modus, dan kuartil”. Bahkan yang hanya tahu BPS (Badan Pusat Statistik), hanya mengenal statistika sebagai data. Itu saja.

Kata dosen ana di tingkat 1 dulu, “Kebanyakan orang awam tidak tahu apa itu statistika.” Iya, sih. Sama seperti di kampung halaman ana, di Curup, Bengkulu, sanak saudara dan tetangga hanya tahu bahwa ana kuliah di Statistik (kebiasaan orang di sana tidak menyebut “STIS”, tetapi “Statistik”). 

Nah, untuk itu kita coba telaah dikit statistika itu apa. Statistika tidak hanya bicara mean median modus. Tetapi juga tentang pengumpulan, pengolahan, penafsiran, analisis dan diseminasi data. Jadi hal-hal yang kita lihat di teve, di koran-koran, atau bahkan jumlah anak ayam saja, itu juga termasuk statistika.

Statistika memang kebanyakan isinya hitung-hitung, layaknya matematika yang bikin kotak-kotak di kepala. Namun, statistika tidak hanya berkutat di kertas. Ana sadari itu setelah masuk ke sini. Ana belajar banyak tentang kaitan statistika dengan ilmu lainnya. Statistika bisa berkaitan dengan komputer, kependudukan, ekonomi, sensus, fisika, kimia, biologi, dan lain-lain. Statistika sudah dipelajari secara luas, di dunia ini yang sangat terkenal adalah dari India dan Eropa.

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik

STIS adalah sebuah sekolah tinggi di Jakarta Timur, berdiri pada 1958, yang menyekolahkan anak bangsa secara gratis dan dijamin lulus langsung kerja (asal tidak di-DO). Di sini, kami para mahasiswa dididik untuk bisa mengolah data dan menyusunnya dengan baik. Juga dididik bagaimana menjadi pegawai bangsa yang baik dan bersih. Nanti, setelah lulus dan magang (aamiin. Aamiin), langsung dipekerjakan dan ditempatkan oleh BPS di seluruh daerah di Indonesia.

Setiap tahun, yang mengikuti tes di sini bisa lebih dari 30 ribu orang, sedangkan yang diterima hanya berkisar 300 sampai 500 orang saja. Artinya, setiap orang setidaknya harus menggeser 100 orang. :)

Kaitannya dengan itu, di STIS ini setelah melewati tingkat 1, mahasiswa akan dibagi ke dua jurusan. Sesuai kebutuhan BPS.

  • Jurusan Komputasi, berupa peminatan komputasi statistik
  • Jurusan Statistika, terdiri dari dua peminatan (dipisah setelah naik ke tingkat 3), yaitu statistik sosial kependudukan dan statistik ekonomi.

Ana sendiri sekarang berada di kelas komputasi statistik (sekali lagi mohon doa skripsi ana lancar, program jalan dst, aamiin). Yang ana tahu, di sini kelas komputasi paling sedikit muridnya, biasanya hanya dua atau kelas, karena yang minat memang sedikit. Sedangkan kelas yang di kelas statistika (kalau digabung) jadinya biasanya tujuh sampai sepuluh kelas.

Di STIS ini, kami diberi baju seragam warna biru (btw ana suka hijau, hehe), uang tunjangan ikatan dinas sebesar 850 ribu setiap bulan (alhamdulillaah), dan sebuah ikatan dinas dengan BPS. Kami juga alhamdulillaah tidak perlu bayar-serupiah pun-untuk belajar ke sini, termasuk untuk PKL dan wisuda nanti (aamiin). Kecuali saat masa tes dulu. Ana dulu (2009), masuk ke sini, biaya pendaftarannya kalau tidak salah ingat 150 ribu , ada pula biaya tes kesehatan sekitar 800 sampai satu juta (kalau lulus tes tahap I dan II), serta uang awal tahun 2.5 juta (kalau diterima di tahap III). Selebihnya? Alhamdulillaah, gratis.

Nah, untuk adik-adik yang berminat di sini, ana kasih info sedikit. Tes masuk ke sini agak lama dan susah, saingannya banyak betul dan persaingannya sangat ketat, kita harus punya sense dan harus sanggup strive. Tesnya ada tiga tahap, ana dulu daftar tes pada 9 Juli 2009, tes tahap I-nya 25 Juli. Singkat cerita hasil tes final (tahap III) diumumkan pada 17 September. Tesnya juga pakai sistem gugur, jadi sangat ketat dan selalu bikin deg-degan. Peserta tes akan berguguran sejak tahap I hingga tahap III.

Kampus STIS (lewat Koperasi Mahasiswa) juga menerbitkan buku USM yang berisi soal-soal lima tahun terakhir (kalau tidak salah) lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasannya. Adik-adik bisa beli di sini langsung (di STIS) atau di BPS Provinsi masing-masing. Dulu, ana belinya di BPS Bengkulu, tapi lupa harganya. Oh iya, karena ana dari Bengkulu, ana menjalani tes penuh di BPS Bengkulu, dengan dipantau oleh pusat. Adik-adik di luar Jakarta akan menjalani tes di provinsi kalian masing-masing. Sedangkan yang di Jakarta, bisa langsung di kampus STIS.

USM STIS ini berlangsung dengan pantauan pusat, dengan peserta yang diseleksi langsung oleh pusat:

  • Tes tahap I. Tes tertulis, berupa uji Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Umum. Masing-masing 60 soal, dengan sistem minus. Kalau tidak salah ingat, jawaban benar bernilai 3, jawaban salah bernilai (-1). Soalnya langsung dikirim dari pusat dan dibuka di BPS Provinsi langsung di depan saksi,  pertanda asli dari pusat (dulu ana dan salah satu teman kebetulan jadi saksi, karena duduk di depan). Waktunya untuk matematika 90 menit, bahasa Inggris 60 menit, dan IPU  45 menit (ujian berlangsung non-stop selama 195 menit tersebut).
  • Tes tahap II. Tes wawancara dan psikotes. Ana lupa soalnya ada berapa. Yang jelas tidak kurang dari 150. Pertanyaan psikotes juga langsung dari pusat. Rangkaian dan pertanyaan wawancara juga dirancang oleh dan dari pusat.
  • Tes tahap III. Tes kesehatan. Ini merupakan tes lengkap, mulai dari tekanan darah, narkoba, paru-paru, dan lain-lain. Nanti ada rumah sakit rujukan untuk masing-masing provinsi, jadi biayanya sesuai dengan rumah sakit masing-masing. Kita tinggal mengikuti rangkaian tes tersebut, lalu melaporkan hasilnya.

Pada setiap pengumuman hasil tes, banyak sekali yang berguguran. Kalau dari Bengkulu dulu, seingat ana ada 200 atau 300 lebih yang daftar, namun yang lulus tahap I cuma 10 orang. Yang tersisa di tahap II hanya 6 (mengundurkan diri satu orang tinggal 5). Nah, kalau sudah lulus tes kesehatan, kita tinggal menunggu pengumuman final. Kalau lulus (aamiin), baru ke pusat untuk mengurus ini itunya. ;)

Begitulah kalau ingin masuk ke sini. Berat, berkesan dan berkualitas. Perlu diketahui juga kalau tes STIS ini tidak mengenal kuota daerah, jadi penggugurannya diperingkatkan secara nasional, bukan perdaerah. Info tambahan pula, pada tes masuk angkatan di bawah ana (2010), tes Pengetahuan Umum diganti tes minat bakat. Ana kurang tahu kenapa dan bagaimana, tapi yang jelas berupa pengetahuan, minat, dan sense kita tentang statistika. Jadi kalau pinter hitung-hitung tapi tidak punya minat data, katanya tidak bisa diluluskan. Begitu setahu ana. Namun adik-adik tak perlu khawatir, sebab setahun kemudian (2011), tesnya kembali ke Ilmu Pengetahuan Umum. :)

Selain itu, kini sudah ada cara masuk dengan jalur PMDK, hanya diperuntukkan bagi siswa lulusan SMA IPA dari daerah jauh yang susah dijangkau dan menjangkau BPS di sana. Kalau tidak salah dari Papua dan Maluku. Ada pula mahasiswa Tugas Belajar (TB) dari instansi yang mengirim mereka untuk belajar di STIS, juga KSK (Koordinator Statistik Kecamatan) terpilih yang diutus daerahnya untuk belajar ke kampus ini. Kalau belum tahu, di STIS kini juga sudah ada mahasiswa dari Timor Leste. ;)

Tips

Nah, untuk yang minat, nih. Ana kasih tips sedikit (sesuai cara ana dulu) untuk lulus di sini. Yang mau tes di tempat lain bisa gunakan sebagian tips ini juga. ;)

  • Pertama, perhatikan dulu syarat-syaratnya, nilai Matematika dan Bahasa Inggris tidak boleh di bawah 70. Kalian juga harus merupakan siswa lulusan jurusan IPA. Mohon maaf untuk adik-adik lulusan SMK, IPS, atau Bahasa, STIS tidak menerima lulusan selain IPA.
  • Persiapan tes, yang penting kita tenang dan rajin saja. Banyak-banyak berdoa dan mohon restu orang terdekat. Terutama orang tua. Ialah ayah dan ibu, orang-orang paling berjasa. Dulu waktu ana jatuh sakit saat hendak menjalani tes tahap III, ibu tahajjud lamaa sekali. Jadi, jangan lupa minta doa ayah ibu, okay. ;)
  • Menurut ana, tidak harus ikut les ini dan itu (apalagi kalau tidak serius). Coba saja belajar dari buku, menurut ana buku USM terbitan STIS itu sangat membantu. Sebab ana hanya berbekal dari sana, alhamdulillaah ana tidak les di mana-mana (bayarnya, tuh). Dan subhanallaah, ana berhasil lulus. Beberapa teman juga begitu. Cuma bermodal buku itu. Tapi, kalau kalian masih mau les ya tidak apa-apa. :) Ingat saja bahwa STIS tidak bekerja sama dengan lembaga mana pun untuk merencanakan kelulusan para peserta tes. Paradigma zaman SMP bahwa yang les yang dapat nilai bagus itu jangan dibawa-bawa ke lingkungan tes kelak, ya, Dik. :) Tidak akan pernah berlaku di USM STIS.. Yang belajar keras lah yang Insha ALLAH akan berhasil dengan izin-Nya.
  • Jangan lupa untuk perbanyak materi statistika. Ini akan sangat membantu. Tambah juga pengetahuan tentang BPS dan STIS (mau tanya ana juga boleh). Latih menghitung cepat juga, biar tidak mandek saat menjawab soal.
  • Jangan terlalu banyak ikut tes di mana-mana, fokus. Apalagi kalau interval D-day (hari-H) antartes yang diikuti sangat dekat. Ana dulu sebenarnya akan ikut tes STAN juga (di Palembang). Tapi karena tesnya tanggal 26 (padahal sudah belajar untuk itu juga), ayah dan ibu tidak mengizinkan ana ikut tes STAN, takutnya ana kecapean dan malah tidak optimal di dua-duanya. Alhamdulillaah, selain sempat lulus jalur PMDK di Universitas Bengkulu, USM STIS adalah satu-satunya tes masuk perguruan tinggi yang ana ikuti, dan lulus. Begitu juga dengan kalian, jangan dipaksa. Apalagi bagi kita perempuan, jelas bakal kelelahan. Selain itu, kalau kebanyakan tes dan lulus semua, kan harus dipilih ya, kan tidak enak dengan kuota yang seharusnya ada yang mengisi. Betul? :)
  • Sebelum tes, usahakan cukup tidur dan makan, sebab energi dan pikiran akan terkuras habis. Jangan lupa, hindari mie dan makanan yang banyak mengandung MSG, pokoknya apa saja bisa bikin otak mandek. Kalau bisa. minum susu atau madu.
  • Kalau D-day sudah tiba, jangan telat namun jangan juga kepagian. Kalau telat nanti repot cari ruangan, kalau kepagian nanti malah lusuh dan kepala kusut duluan (soalnya menjelang tes akan ramai dan ribut).
  • Jangan grogi, berdoalah dulu, supaya ALLAH melancarkan pikiran dan tangan kita untuk menjawab dan menuliskan jawaban dengan benar. Sugestikan diri ini bisa, asal tidak takabur. Insha ALLAH, kalau kalian tenang, tahun ini akan jadi penerus kami di STIS. ;)

Nah, segitu dulu ya, info dan cerita dari ana. Semoga bermanfaat. :)

Oh iya, buat yang mau e-book soal tes tahun ana (2009), bisa hubungi ana, ya. Nanti ana kirim ke email-mu. ;) Saran ana, beli saja buku Persiapan USM STIS terbitan Koperasi Mahasiswa STIS, harganya mungkin 50 ribu. Insha ALLAH tidak akan rugi membelinya, kalau mau serius belajar. Ana bukan sedang promosi, melainkan memberikan saran sebagai seorang mbak.

Atau, pilihan lebih cerdas adalah membeli buku Menuju STISS 56, terbitan lembaga les Fisher Education STIS. Kebetulan ana termasuk anggota tim penyusun buku tersebut. Perbedaannya dengan buku Persiapan USM STIS; Menuju STIS 56 menyediakan materi dan mengklasifikasikan soal (beserta jawaban+pembahasan) berdasarkan subbab materi, bukan berdasarkan tahun kemunculan soal sebagaimana buku Persiapan USM STIS. Bagi adik-adik yang ingin berhemat, buku Menuju STIS 56 juga tersedia dalam bentuk e-book, dan itu lebih murah 17 ribu.

Ana kurang tahu cara memesan buku USM STIS kalau tidak langsung ke BPS Provinsi atau ke gedung STIS Jakarta.. Tapi, bagi adik-adik yang mau memesan buku Menuju STIS 56, bisa pesan lewat ana, lewat rekan kerja atau teman ana di kampus, Dwi Muchlis, atau ke blog-nya Fisher; Fisher Education. Oh ya, soal harganya yang e-book 39 ribu, yang cetak 56 ribu. Di blog Fisher kalian bisa mendapatkan free version untuk e-book-nya, atau bisa cek brosur-nya di sini.

Dan, selamat bergabung di kampus biru.. :)

892 thoughts on “Seputar STIS

  1. kenapa gak menerima yang lulusan smk kak? walaupun jurusannya berhubungan dgn komputer juga tidak bisa? ._.

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s